Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sakaratul maut diartikan sebagai keadaan menjelang kematian.

Dan Islam, sebagai agama yang lengkap ajarannya, telah mengajarkan kita beberapa tuntunan yang harus dilakukan ketika kita sedang menemani orang yang tengah mengalami peristiwa sakaratul maut.

Apa saja tuntunan yang diajarkan Islam tersebut?

Sebelum beralih ke pembahasan tentang tuntunan yang dimaksud, alangkah baiknya bila kita terlebih dahulu mengetahui seperti apa gambaran sakaratul maut itu.

Sakaratul Maut, Seperti Apa?

sakitnya sakaratul maut
Image by Sjstudio6 via Shutterstock

Islam memberikan gambaran kepada kita bahwa sakaratul maut adalah suatu peristiwa yang sangat menyakitkan.

Gambaran tersebut bisa kita peroleh dari ungkapan Siti Fathimah radhiyâllahu ‘anhâ saat menemani ayahnya–Rasulullah ﷺ di detik-detik terakhir menjelang beliau wafat.

Dari Anas radhiyallâhu anhu, ia bercerita:

“Tatkala kondisi Nabi makin memburuk, Siti Fathimah berkata: ‘Alangkah berat penderitaanmu wahai ayahku.’ Beliau lalu menjawab, ‘Tidak ada penderitaan atas ayahmu setelah hari ini.” (HR. Al-Bukhari)

Gambaran serupa bisa kita lihat dari ungkapan Siti ‘Aisyah radhiyâllahu ‘anhâ:

Aku tidak iri kepada siapa pun atas kemudahan kematiannya, sesudah aku melihat pedihnya kematian yang dialami oleh Rasulullah.” (HR. Al-Tirmidzi)

Fakta bahwa sakaratul maut adalah peristiwa yang sangat menyakitkan bahkan pernah disampaikan oleh Nabi Muhammad ﷺ sendiri melalui sabdanya:

Sakaratul maut itu sakitnya sama seperti sakitnya tusukan tiga ratus pedang.” (HR. Al-Tirmidzi)

Dalam riwayat lain, Rasulullah ﷺ bersabda:

Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek?” (HR. Al-Bukhari).

perumpamaan sakaratul maut
Image by dimitrisvetsikas1969 via Pixabay

Demikian gambaran betapa dahsyatnya peristiwa sakaratul maut itu.

Yang Harus Dilakukan Saat Menemani Orang yang Mengalami Sakaratul Maut

Orang yang mengalami sakaratul maut berarti sedang mengalami peristiwa yang dahsyat. Dan Islam, sebagai agama yang sempurna, telah memberikan kepada kita beberapa tuntunan yang harus kita lakukan saat menemani orang yang sedang menghadapi sakaratul maut.

Setidaknya ada dua hal yang harus dilakukan saat kita menemani orang yang sedang menghadapi sakaratul maut.

1. Menalkinkan

Menalkinkan adalah membisikkan atau menyebutkan kalimat lâ ilâha illallâh kepada orang yang hendak meninggal. Hal ini merupakan perintah Rasulullah ﷺ.

Dari Abu Hurairah radhiyallâhu ‘anhu, ia berkata, sesungguhnya Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

لَقِّنُوْا مَوْتَاكُمْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله

Tuntunlah orang yang akan meninggal di antara kalian dengan bacaan Lâ ilâha illallâh.” (HR. Muslim)

Mengapa orang yang hendak meninggal perlu ditalkinkan? Sebab, ada hadits riwayat Mu’adz bin Jabal radhiyallâhu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

مَنْ كَانَ آخِرُ كَلاَمِهِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ

Barang siapa yang akhir perkataannya adalah Lâ ilâha illallâh, niscaya ia akan masuk surga.” (HR. Al-Bukhari)

Mengucapkan kalimat Lâ ilâha illallâh menjelang ajal adalah hal yang berat, karena pada saat itu setan menggoda manusia yang hendak meninggal agar berpaling dari jalan Allah. Karena saat itu setan sedang menggoda, maka orang yang hendak meninggal dunia harus dibantu dengan cara ditalkinkan, supaya ia meninggal dunia dengan diakhiri ucapan lâ ilâha illallâh.

2. Berkata Hal-hal yang Baik

Saat berada di dekat orang yang sedang mengalami sakaratul maut, jangan berkata apa pun kecuali perkataan yang baik, karena malaikat akan meng-amin-kan perkataan tersebut.

Hal ini berdasarkan sabda Nabi Muhammad ﷺ :

إِذَا حَضَرْتُمْ الْمَرِيضَ أَوْ الْمَيِّتَ فَقُولُوا خَيْرًا فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ يُؤَمِّنُونَ عَلَى مَا تَقُولُونَ

Apabila kalian mendatangi orang sakit atau orang yang sudah mati, maka janganlah berkata apa-apa kecuali ucapan yang baik, karena sesungguhnya malaikat mengamini apa yang kalian ucapkan.” (HR. Muslim)

Penutup

Demikian dua hal yang harus kita lakukan terhadap orang yang sedang mengalami peristiwa sakaratul maut.

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua, Aamiin Yaa Rabb al-‘aalamiin.

Comments are closed.