Salah satu ulama terkenal dalam Islam, yaitu Imam Ibnu al-Qayyim al-Jauziyah menulis kitab berjudul al-Rûh, di mana di dalam kitab tersebut terdapat beberapa bab yang membahas tentang siksa kubur. Di antara bab seputar siksa kubur, ada satu bab khusus yang membahas tentang penyebab siksa kubur. Berikut kami kutipkan terjemahan dari bab yang khusus membahas tentang penyebab siksa kubur tersebut.

Selamat membaca!

***

Penyebab Siksa Kubur

Apa sebab-sebab yang bisa mendatangkan siksa kubur bagi ahli kubur? Jawaban atas pertanyaan ini ada dua sisi: global dan rinci. Jawaban secara global, bahwa mereka disiksa karena kebodohan mereka tentang Allah, mengabaikan perintah-Nya, melakukan kedurhakaan kepada-Nya. Allah tidak menyiksa roh yang mengenal-Nya, mencintai-Nya, melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, begitu pula badannya. Siksa kubur dan siksa akhirat merupakan dampak dari kemurkaan Allah kepada hamba-Nya. Maka siapa yang membuat Allah murka dan marah di dunia ini, dia tidak bertaubat lalu mati pada perbuatannya, maka dia layak mendapat siksa Barzakh, tergantung dari seberapa jauh kemurkaan Allah kepadanya, ada yang sedikit dan ada yang banyak.

Adapun jawaban secara rinci, Rasulullah ﷺ pernah mengabarkan tentang dua orang yang beliau lihat disiksa di dalam kuburnya, karena salah seorang di antara keduanya berlalu lalang di tengah manusia sambil menyebarkan adu domba dan yang lain tidak bersuci setelah buang air kecil. Itu berarti dia meninggalkan thaharah yang diwajibkan. Adapun orang yang pertama dapat memprovokasi manusia dengan omongannya, sehingga mereka saling bermusuhan, meskipun apa yang diomongkannya itu benar. Ini merupakan peringatan bahwa permusuhan yang mucul di tengah mereka karena perkataan yang dusta, berarti siksanya lebih besar lagi. Begitu pula tidak bersuci setelah buang air kecil yang kemudian mendatangkan siksa. Ini merupakan peringatan bahwa siapa yang meninggalkan kewajiban dan syarat-syarat sahnya shalat akan mendapat siksa yang lebih besar, apalagi jika meninggalkan shalat sama sekali. Di dalam hadits Syu’bah disebutkan, “Salah seorang di antara keduanya suka memakan daging manusia”. Artinya dia adalah orang yang suka mengghibah dan mengadu domba. Kami juga sudah menyampaikan hadits Ibnu Mas’ud radhiyallâhu ‘anhu tentang orang yang dipukul dengan cambuk hingga kuburnya dipenuhi api, karena dia pernah mendirikan shalat tanpa bersuci dan melewati orang yang dizhalimi, namun dia tidak menolongnya.

Juga telah disampaikan hadits Samurah di dalam Shahih al-Bukhari tentang siksa yang ditimpakan kepada seseorang yang membuat suatu kedustaan hingga mencapai ufuk, siksa yang ditimpakan kepada seseorang yang membaca Al-Quran, kemudian dia tidur pada malam hari dan tidak mengamalkannya pada siang hari, siksa yang ditimpakan kepada para pezina, laki-laki maupun wanita, siksa kepada pemakan riba, dan siksa-siksa lainnya yang disaksikan Nabi ﷺ di Barzakh.

penyebab siksa kubur
Gambar sekedar ilustrasi

Juga telah disebutkan hadits Abu Hurairah radhiyallâhu ‘anhu, yang di dalamnya disebutkan kepala orang-orang yang dipukul dengan batu, karena kepada mereka berat melaksanakan shalat, ada pula orang-orang yang memakan daging busuk dan kotor karena zina yang mereka lakukan di dunia, orang-orang yang memotong bibirnya dengan alat pemotong dari besi karena mereka suka menyebarkan fitnah dalam pidatonya.

Telah disebutkan hadits Abu Sa’id tentang siksa yang dijatuhkan kepada orang-orang yang melakukan berbagai macam kejahatan. Di antara mereka ada yang perutnya menggelembung sebesar rumah. Mereka berada di jalan para pengikut Fir’aun. Mereka adalah para pemakan riba. Di antara mereka ada yang membuka mulutnya lalu menyuapkan bara api hingga bara itu keluar lagi dari duburnya. Mereka adalah orang-orang yang memakan harta anak yatim. Di antara mereka ada para wanita yang menggelantung pada payudaranya. Mereka adalah para wanita pezina. Di antara mereka ada yang memotong daging lambungnya lalu memakannya. Mereka adalah orang-orang yang suka menggunjing. Di antara mereka ada yang memiliki kuku dari tembaga, lalu mereka mencakari muka dan dadanya. Mereka adalah orang-orang yang suka menodai kehormatan manusia.

Nabi ﷺ telah mengabarkan kepada kita tentang orang yang terbunuh di medan jihad yang mengenakan mantel, yang diambilnya dari harta rampasan, dan mantel itu berubah menjadi api yang membakarnya di dalam kubur. Orang ini sebenarnya juga mempunyai hak terhadap harta rampasan. Lalu bagaimana dengan orang yang mengambil bukan haknya? Siksa kubur bisa disebabkan oleh kedurhakaan hati, mata, telinga, mulut, lisan, perut, kemaluan, tangan, kaki dan seluruh anggota badan.

Inilah gambaran rincian orang-orang yang mendapat siksa di dalam kuburnya, karena kejahatan yang dilakukannya:

  • Mengadu domba, berdusta, dan mengghibah.
  • Memberikan kesaksian palsu. Menuduh para wanita yang suci.
  • Menyebarkan fitnah.
  • Mengajak kepada bid’ah.
  • Mengatakan tentang Allah dan Rasul-Nya yang tidak dilandasi ilmu pengetahuan.
  • Berbicara semaunya tanpa aturan.
  • Memakan riba, baik orang yang mengambil riba, pemberinya, penulisnya dan saksi-saksinya.
  • Mengambil harta anak yatim.
  • Memakan dari uang sogok.
  • Mengambil harta saudaranya sesama Muslim secara tidak benar atau mengambil harta ahli dzimmah.
  • Meminum minuman yang memabukkan.
  • Berzina dan homoseks.
  • Mencuri dan menipu.
  • Menumpuk barang.
  • Melakukan hal-hal yang disucikan Allah.
  • Menggugurkan hal-hal yang diwajibkan Allah.
  • Mengganggu dan menyakiti orang-orang Muslim.
  • Mencari-cari aib orang Muslim.
  • Orang yang berhukum tidak menurut apa yang diturunkan Allah.
  • Memberikan fatwa yang bertentangan dengan apa yang disyariatkan Allah.
  • Menolong perbuatan dosa dan permusuhan.
  • Membunuh jiwa yang diharamkan Allah untuk dibunuh.
  • Menggugurkan hak-hak asma’ Allah dan sifat-sifat-Nya.
  • Mendahulukan pendapat dan jalan pikiran sendiri daripada Sunnah Rasulullah ﷺ.
  • Meratap tangis jika anggota keluarganya meninggal dan orang yang mendengarkan dan mendiamkan hal itu.
  • Mendendangkan lagu-lagu yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya serta orang yang mendengarnya.
  • Mendirikan masjid di atas kuburan dan menyalakan pelita di sana.
  • Berbuat curang ketika menimbang barang, dengan cara meminta tambahan jika dia menginginkan barang yang ditimbang dan mengurangi timbangannya jika dia memberikannya kepada orang lain.
  • Bertindak semena-mena, sombong, dan membanggakan diri dan pamer.
  • Mengolok-olok dan mencerca orang-orang salaf.
  • Mendatangi dukun, peramal, dan ahli nujum, bertanya ini dan itu serta mempercayainya.
  • Membantu orang-orang zhalim yang menjual akhiratnya dengan dunia.
  • Tidak peduli jika diingatkan agar takut kepada Allah karena kedurhakaan yang dilakukannya, dan langsung bereaksi jika diingatkan agar takut kepada manusia yang memang menakutkan.
  • Mendapatkan petunjuk Allah dan Rasul-Nya, tapi tidak mengikutinya dan tidak peduli.
  • Menerima apa pun yang disampaikan orang yang mendapatkan persangkaan baiknya, tak peduli apakah yang disampaikannya itu benar atau salah, dan sama sekali tidak menentangnya.
  • Mendengar bacaan Al-Quran dan hatinya sama sekali tidak terketuk oleh kandungannya atau bahkan merasa risih oleh bacaan itu. sebaliknya , jika dia mendengar omongan syaithan, nyanyian, dan lagu-lagu, maka dia langsung bangkit menyimaknya.
  • Bersumpah palsu atas nama Allah dan berdusta.
  • Bangga dengan kedurhakaan yang dilakukan dan memperbanyak dan menyebarkannya di kalangan rekan-rekannya, atau melakukan kedurhakaan secara terang-terangan.
  • Mengucapkan kata-kata yang kotor dan jorok, umpatan dan hinaan, yang mencerminkan akhlak yang buruk.
  • Menangguhkan pelaksanaan shalat hingga akhir waktu dan tidak berzikir kepada Allah kecuali sedikit.
  • Tidak membayarkan zakat mal dengan suka rela dari hatinya.
  • Tidak menunaikan haji meskipun sudah memiliki kemampuan.
  • Tidak memenuhi hak meskipun sanggup melaksanakannya.
  • Tidak peduli dari mana harta yang diperoleh, dari yang halal atau dari yang haram.
  • Tidak menyambung tali persaudaraan, tidak mengasihi orang miskin, janda, anak yatim dan hewan piaraan, tidak pula menganjurkan orang lain untuk mengasihi orang miskin.
  • Dan masih banyak rincian lain, yang masing-masing tergantung dari sedikit dan banyaknya, kecil dan besarnya.

Karena banyak manusia yang mengerjakan hal-hal itu, maka banyak penghuni kubur yang mendapat siksaan. Sedikit sekali orang yang lolos dari siksaan itu. Zhahir kubur memang hanya tanah. Namun di dalamnya ada siksaan dan panas yang menggelegak seperti air yang mendidih di dalam periuk. Mereka tidak lagi mempunyai harapan dan syahwat. Demi Allah, peringatan telah disampaikan. Tapi perkataan orang yang menyampaikannya tidak digubris. Wahai orang-orang yang membangun kehidupan dunia, kalian berada di sini dan begitu cepat kalian akan meninggalkannya. Kalian merobohkan tempat tinggal, padahal ke sanalah kalian akan berpindah. Kalian membangun rumah bukan milik kalian dan kalian robohkan satu-satunya rumah yang akan ditempati selama-lamanya. Inilah rumah tempat menuai tanaman. Ini semua dapat dijadikan pelajaran, antara taman surga dan lubang api neraka.

***

siksa kubur adalah fakta

Penutup Pembahasan tentang Penyebab Siksa Kubur

Demikian penyebab siksa kubur sebagaimana yang dibahas oleh Imam Ibnu al-Qayyim al-Jauziyah dalam kitab al-Rûh. Semoga Allah SWT memberikan hidayah kepada kita sehingga kita mampu memahami apa saja penyebab siksa kubur dan mampu berusaha sekuat tenaga untuk menghindarinya.

Semoga Allah SWT menjauhkan diri kita dan keluarga kita dari siksa kubur, Aamiin Yaa Rabb al-‘Aalamiin.

Comments are closed.