Heru Budi Susetyo tidak menyangka pertemuan dengan Al-Azhar Memorial Garden mendatangkan kesan mendalam baginya dan keluarga.

Pertemuan keluarga Almarhum H. Suko Martono, Bupati Bekasi periode 1983-1993, dengan Al-Azhar Memorial Garden berawal ketika sang ayah tengah dalam kondisi kritis.

Waktu itu istri almarhum bertemu dengan Al-Azhar Memorial Garden di Islamic Center Bekasi di mana almarhum itu adalah ketua yayasan di sana.

Heri Budi SusetyoHeri Budi Susetyo, putra almarhum, bercerita betapa ia terharu dengan pelayanan yang diberikan Al-Azhar Memorial Garden.

Jadi pada saat ayah saya kritis, Al-Azhar Memorial Garden yang menghandle semua di pemakaman,” kata Heri mengenang pemakaman ayahnya.

Kemudian pada saat pemakaman, saya juga sangat terharu, semua disiapkan oleh rekan-rekan dari Al-Azhar Memorial Garden.

Hal yang paling diingat dan berkesan oleh Heri, adalah pada saat ia menerima jenazah ayahnya.

Yang paling ingat di kepala saya, pada saat saya menerima jenazah ayah saya,” cerita Heri. “Karena jenazah ayah saya besar, jadi pada saat menerima jenazah ayah saya, saya tidak kuat. Waktu itu tanpa diminta Pak Nugroho (Direktur Utama Al-Azhar Memorial Garden) turun langsung (membantu menurunkan jenazah). Kita dibantu oleh Direkturnya langsung! Waktu itu saya diajari caranya, tapi karena saya tidak kuat, Pak Nugroho akhirnya turun langsung.”

Heri juga mengapresiasi kinerja Al-Azhar Memorial Garden. “Salut kepada teman-teman di Al-Azhar Memorial Garden.”

Setelah pemakaman, Heri beserta keluarga beberapa kali ziarah ke Al-Azhar Memorial Garden, Heri bercerita bahwa dari pihak Al-Azhar Memorial Garden menawarkan pendampingan untuk membacakan doa.

Dari Pak Nugroho, kami ditawarkan untuk didampingi pembaca doa. Itu pilihan, mau didampingi boleh, mau tidak pun boleh. Karena memang ada keluarga yang menginginkan privasi dan ingin khusyuk berdoa.

Menanggapi pujian ini, Nugroho Adiwiwoho dengan rendah hati mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan keluarga almarhum H. Suko Martono.

Apa yang kami lakukan semata adalah bagian dari kewajiban. Jika Sahibul Musibah merasa terbantu, kami sangat bersyukur karena dapat menunaikan amanah dengan baik. Karena bagi kami melayani adalah semata untuk ibadah.

Write A Comment